Pindang Tetel a la Rembang

….Setelah sekian lama bertapa & melalui perjalanan yang teramat panjang….
Sempat deg-degan kalau-kalau ga bisa ikut, gara-gara kompi rusak, padahal semuanya udah siap.
Tapi Alhamdulillah….
Voià, tiba saatnya saya entry untuk (Almost) Forgotten Indonesian Culinary Heritage. A whittycute.com Foodie Event 2009.

PINDANG TETEL
Namanya mungkin mirip dengan masakan khas di Kecamatan Kedungwuni – Kabupaten Pekalongan.
TAPI…. yang saya buat ini beda lhoo….
Bedanya dimana?
…bedanya terletak di ejaan kata TETEL-nya.
Kalau di Pekalongan, dibaca pindang tètèl. Alias daging tètèlan yang dimasak pindang.
Kalau di Rembang, dibaca pindang tetel (huruf e nya seperti kalau membaca “elang”).
Yang jelas bumbunya beda, rasanya pun beda donk… hahaha

Saya dapat resep ini dari mak cik saya yang tinggal di Rembang.
Menurut cerita beliau, masakan ini adalah masakan kuno dari Rembang jaman nenek buyut saya. [nenek buyut??  iiihhh…kuno banget ya?! ]
Sekarang sih mungkin masakan ini udah punah kali ya?
Soalnya udah susah bahkan ga bisa lagi ditemui di pasaran. Malah namanya pun sudah asing di telinga kita yang hidup di jaman modern ini.

Kalau dilihat dari namanya memang unik, konon pindang tetel berarti daging yang dimasak pindang dan memasaknya dengan cara di’tetel’ (dicampur menjadi satu. ~ *aduh susah ya, cari padanan bahasa Indonesianya*) di dalam kuali tanah liat.
Si pindang ini memang hanya enak kalau dimasak dalam kuali tanah dan ditutup dengan daun jati. Memasaknya pun harus dengan tungku kayu bakar.

Lalu, masakan ini juga lebih enak jika diinapkan satu hari setelah dimasak.
Disajikan hangat dengan nasi putih dan pelengkap kerupuk ikan khas Rembang.
Nah…. mungkin karena agak ribet gitu yaaa, jadi orang modern gini pada malas deh memasaknya. Sampai akhirnya masakan ini pun punah.

Mengenai rasa, menurut saya sih enak banget. Cocok dengan lidah saya. Rasanya pedas, asam, asin, gurih. Bumbunya meresap banget ke dalam dagingnya. Pokoke mak nyus deh… 

Kalau yang saya bikin untuk event ini, emang nggak dimasak pake tungku kayu bakar.
Lhaaah, hari gini di rumah saya udah nggak jaman lagi pakai tungku kayu bakar. Hihihi
Akhirnya saya pakai ‘anglo’ arang punya adik saya yang biasa dipakai untuk bikin rendang  . Untung daun jatinya ada, tinggal ambil di kebun samping rumah. Kualinya juga banyak beredar di pasar. Jadi, langsung tancep aja bikin masakan ini meski tanpa tungku kayu bakar. Wkwkwkwkwkwk….

Oh ya, masakan ini memang pakai ‘daging jelek’ alias jerohan sapi. Soalnya konon jaman penjajahan dulu kan ‘daging bagus’nya untuk konsumsi para penjajah, sedangkan rakyat jelata cuma kebagian ‘daging jelek’nya aja. Tapi PINDANG TETEL ini tetep harus ada campuran ‘daging bagus’nya supaya rasanya enak.

Buat yang punya kadar kolesterol tinggi dan yang menderita keluhan-keluhan penyakit jantung, asam urat, dan penyakit berbahaya lainnya, sebaiknya DON’T TRY THIS AT HOME. Hahahahahaha 

PINDANG TETEL

Bahan:
½ kg daging sapi, potong agak besar
½ kg jerohan sapi, potong agak besar

Bumbu:
50 g cabai rawit, belah 2
100 g cabai hijau, belah 2
7 siung bawang putih, iris
10 butir bawang merah, iris
1 ruas lengkuas, memarkan
5 lembar daun salam
2 ruas kunyit, iris
1 sdt terasi
1 sdm garam
2 buah asam jawa mentah
3 buah belimbing wuluh, iris (bisa juga pakai tomat)
6 liter air

Cara Membuat:
Campur semua bahan dan bumbu. Masukkan ke dalam kuali. Masak dengan api kecil hingga setengah matang.
Setelah setengah matang, ganti tutup kuali dengan daun jati. Masak lagi dengan api kecil sampai daging lunak dan kuah tinggal sedikit.

Recipe by. Mak cik. Inspired by. Nenek buyut

*Merci beaucoup Rurie, akhirnya aku gak sido mbok uncalke becak 

Thanks a lot buat Pak Bondan Winarno, yang sudah memilih saya sebagai juara dua🙂

~ par -deeTha- sur 11 mars 2009.

5 Réponses to “Pindang Tetel a la Rembang”

  1. Hi Deetha, Cava ?
    hahaha itu doank taunya bhs perancis gue.
    wah I like the way you wrote the description. sama tungku masaknya asik banget, itu kamu punya yah ? jadi kepingin nyobain nih.
    great recipes, keep up the good work !😛

    • ca va bien lah…

      iya lah tungku tu aku punya, biasa dipakai buat bikin rendang. kalo kualinya itu khusus dibeli waktu mo bikin pindang tetel.
      silahkan dicoba aja,
      Tq ya🙂

  2. enak..enak..mak nyus…

  3. i like…
    bha..ha..ha..

  4. Halo, salam kenal, saya baru menemukan blongnya, keren !
    Apa kamu mau mengembangkan blognya lagi? Kunjungi page kami di: http://www.kumpulbagi.com Semuanya gratis, cepat dan tanpa limitasi. Kamu bisa upload sebanyak files (audio, video, pdf, jpg, dll.), membuat koleksi berkas dan bagikan dengan lainya. Kami tidak terhapus filenya dengan waktu batas. Coba servis kami tanpa registrasi dan tolong kasih tahu pendapatannya.

    Jika ada pertanyaan hubungi saya aja.
    Salam
    Dewi

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s

 
%d blogueurs aiment cette page :