My Other Blog

•16 mai 2010 • Laisser un commentaire

Untuk postingan resep-resep masakan terbaru,

silahkan kunjungi blog saya di:

Mlebu Pawon



Asam Sunti

•11 mars 2009 • 3 commentaires

Asam Sunti adalah sejenis bumbu dapur khas Aceh yang terbuat dari belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) atau sering disebut belimbing asam/belimbing sayur yang dikeringkan, diberi garam, lalu dijemur di terik matahari berkali-kali hingga kering.

sunti-12

Proses pembuatan Asam Sunti meliputi beberapa tahapan, yaitu: pelayuan, penggaraman, dan penjemuran sehingga dihasilkan produk setengah kering. Biasanya asam sunti yang dihasilkan berwarna coklat dan teksturnya agak kenyal. Asam Sunti dapat disimpan sampai lebih dari satu tahun tanpa adanya perubahan warna atau tekstur. Kandungan asam dan garam yang cukup tinggi pada Asam Sunti dapat menghambat proses pembusukan oleh mikroorganisme.

Biasanya Asam Sunti ini digunakan untuk memasak makanan khas Aceh karena dapat memberikan cita rasa, warna dan kekentalan pada masakan. Oleh sebab itu Asam Sunti dikonsumsi hampir setiap hari. Karena Asam Sunti mempunyai bentuk setengah kering, maka sebelum digunakan sebagai bumbu masakan, sering kali Asam Sunti terlebih dahulu digiling.

Sumber: Wikipedia Indonesia; Pemerintah Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam

Pindang Tetel a la Rembang

•11 mars 2009 • 5 commentaires

….Setelah sekian lama bertapa & melalui perjalanan yang teramat panjang….
Sempat deg-degan kalau-kalau ga bisa ikut, gara-gara kompi rusak, padahal semuanya udah siap.
Tapi Alhamdulillah….
Voià, tiba saatnya saya entry untuk (Almost) Forgotten Indonesian Culinary Heritage. A whittycute.com Foodie Event 2009.

PINDANG TETEL
Namanya mungkin mirip dengan masakan khas di Kecamatan Kedungwuni – Kabupaten Pekalongan.
TAPI…. yang saya buat ini beda lhoo….
Bedanya dimana?
…bedanya terletak di ejaan kata TETEL-nya.
Kalau di Pekalongan, dibaca pindang tètèl. Alias daging tètèlan yang dimasak pindang.
Kalau di Rembang, dibaca pindang tetel (huruf e nya seperti kalau membaca “elang”).
Yang jelas bumbunya beda, rasanya pun beda donk… hahaha

Saya dapat resep ini dari mak cik saya yang tinggal di Rembang.
Menurut cerita beliau, masakan ini adalah masakan kuno dari Rembang jaman nenek buyut saya. [nenek buyut??  iiihhh…kuno banget ya?! ]
Sekarang sih mungkin masakan ini udah punah kali ya?
Soalnya udah susah bahkan ga bisa lagi ditemui di pasaran. Malah namanya pun sudah asing di telinga kita yang hidup di jaman modern ini.

Kalau dilihat dari namanya memang unik, konon pindang tetel berarti daging yang dimasak pindang dan memasaknya dengan cara di’tetel’ (dicampur menjadi satu. ~ *aduh susah ya, cari padanan bahasa Indonesianya*) di dalam kuali tanah liat.
Si pindang ini memang hanya enak kalau dimasak dalam kuali tanah dan ditutup dengan daun jati. Memasaknya pun harus dengan tungku kayu bakar.

Lalu, masakan ini juga lebih enak jika diinapkan satu hari setelah dimasak.
Disajikan hangat dengan nasi putih dan pelengkap kerupuk ikan khas Rembang.
Nah…. mungkin karena agak ribet gitu yaaa, jadi orang modern gini pada malas deh memasaknya. Sampai akhirnya masakan ini pun punah.

Mengenai rasa, menurut saya sih enak banget. Cocok dengan lidah saya. Rasanya pedas, asam, asin, gurih. Bumbunya meresap banget ke dalam dagingnya. Pokoke mak nyus deh… 

Kalau yang saya bikin untuk event ini, emang nggak dimasak pake tungku kayu bakar.
Lhaaah, hari gini di rumah saya udah nggak jaman lagi pakai tungku kayu bakar. Hihihi
Akhirnya saya pakai ‘anglo’ arang punya adik saya yang biasa dipakai untuk bikin rendang  . Untung daun jatinya ada, tinggal ambil di kebun samping rumah. Kualinya juga banyak beredar di pasar. Jadi, langsung tancep aja bikin masakan ini meski tanpa tungku kayu bakar. Wkwkwkwkwkwk….

Oh ya, masakan ini memang pakai ‘daging jelek’ alias jerohan sapi. Soalnya konon jaman penjajahan dulu kan ‘daging bagus’nya untuk konsumsi para penjajah, sedangkan rakyat jelata cuma kebagian ‘daging jelek’nya aja. Tapi PINDANG TETEL ini tetep harus ada campuran ‘daging bagus’nya supaya rasanya enak.

Buat yang punya kadar kolesterol tinggi dan yang menderita keluhan-keluhan penyakit jantung, asam urat, dan penyakit berbahaya lainnya, sebaiknya DON’T TRY THIS AT HOME. Hahahahahaha 

PINDANG TETEL

Bahan:
½ kg daging sapi, potong agak besar
½ kg jerohan sapi, potong agak besar

Bumbu:
50 g cabai rawit, belah 2
100 g cabai hijau, belah 2
7 siung bawang putih, iris
10 butir bawang merah, iris
1 ruas lengkuas, memarkan
5 lembar daun salam
2 ruas kunyit, iris
1 sdt terasi
1 sdm garam
2 buah asam jawa mentah
3 buah belimbing wuluh, iris (bisa juga pakai tomat)
6 liter air

Cara Membuat:
Campur semua bahan dan bumbu. Masukkan ke dalam kuali. Masak dengan api kecil hingga setengah matang.
Setelah setengah matang, ganti tutup kuali dengan daun jati. Masak lagi dengan api kecil sampai daging lunak dan kuah tinggal sedikit.

Recipe by. Mak cik. Inspired by. Nenek buyut

*Merci beaucoup Rurie, akhirnya aku gak sido mbok uncalke becak 

Thanks a lot buat Pak Bondan Winarno, yang sudah memilih saya sebagai juara dua :)

BUBUR PROCOT

•14 février 2008 • Laisser un commentaire

Bahan:
100 g tepung beras
1 liter santan dari 1½ butir kelapa
50 g gula pasir (saya pake 30 g)
½ sdt garam
2 lembar daun pandan, robek-robek, ikat
5-6 buah pisang raja/kepok yang tua dan matang, kukus, kupas

Cara Membuat:
Larutkan tepung beras dengan 200 ml santan, sisihkan.
Masak sisa santan bersama gula, garam, dan daun pandan sampai mendidih.
Tuangkan cairan tepung beras ke dalamnya sambil diaduk sampaii menjadi kental dan matang.
Masukkan pisang dan masak sebentar agar hangat, angkat, dan hidangkan.

Sumber:
Seri buku masak Femina – Semarak Kue-kue Tradisional

BUBUR SUMSUM

•4 février 2008 • Laisser un commentaire

Bahan:
100 g tepung beras
½ sdt garam
650 ml santan dari 3/4 butir kelapa
2 lbr daun pandan

Pelengkap:
250 ml kinca/ sirup gula jawa

Cara Membuat:
Larutkan tepung dan garam dengan 200 ml santan. Sisihkan.
Jerangkan sisa santan dan pandan di atas api sambil diaduk sampai mendidih.
Tuang larutan tepung.
Aduk sampai kental dan matang.
Angkat.
Hidangkan dengan kinca.

Sumber: Semarak Kue-kue Tradisional-Femina
________________________________________

BLACK SQUID

•2 février 2008 • Un commentaire
black-squid.jpg
« Recipe: BLACK SQUID« 
Other recipes can be found here.

RAWON

•7 novembre 2007 • Un commentaire
rawon

rawon

Looking for the recipe? You’ll find it here.

 
Suivre

Recevez les nouvelles publications par mail.